Rabu, 16 Maret 2011

Beberapa Jenis Definisi Demokrasi

Nama : Benny Apriandy Hutapea
NPM : 11209952
Kelas : 2EA02
Alamat Blog : bennyapriandy.blogspot.com

Pertemuan  :  II

Beberapa Jenis Definisi Demokrasi

DEMOKRASI LIBERAL: pemerintahan dibatasi oleh UU dan Pemilu bebas yang diselenggarakan dalam waktu yang sesuai.
DEMOKRASI TERPIMPIN: semua tindakan pemimpin di percaya rakyat, tetapi menolak Pemilu yang bersaing sbg kendaraan untuk menduduki kekuasaan.
DEMOKRASI SOSIAL: demokrasiyang menaruh kepedulian pada keadilan sosial dan egaliterisme bagi persyaratan untuk memperoleh kepercayaan.
DEMOKRASI PARTISIPASI: menekankan hubungan timbal balik antara penguasa dan yang dikuasai.
DEMOKRASI CONSOCIATIONAL: menekankan proteksi khusus bagi kelompok budaya yang menekankan kerjasama yang erat diantara elit yang mewakili bagian budaya masyarakat utama.
DEMOKRASI LANGSUNG: rakyat mewujudkan kedaulatannya pada suatu negara dilakukan secara langsung. Legislatif sebagai lembaga pengawas, pemilihan pejabat eksekutif oleh rakyat melalui pemilu.
DEMOKRASI TIDAK LANGSUNG: mewujudkan kedaulatan rakyat tidak secara langsung berhadapan dengan pihak eksekutif, tetapi melalui lembaga perwakilan. Lembaga parlemen dituntut peka terhadap berbagai hal berkaitan dg hubungan kehidupan masyarakat dg pemerintah/negara.

DEMOKRASI TIDAK BERATURAN
Negara Indonesia ketika mengatakan atau menyatakan sebagai bangsa dan negara yang demokratis, sebenernya sungguh menjadi polemik wacana yang tiada hentinya.

Akan menuju atau mau dibawa kemanakah sebenernya sistem politik negara Indonesia ini ?
Ketika menuju demokrasi, sebenernya demokrasi yang seperti apakah yang hendak dianut atau dilaksanakan?

Ketika segala halnya merunut atau pengadopsian terhadap negara maju atau negara barat yaitu Amerika, apakah demokrasi yang kita anut hendaknya menuju seperti apa yang digunakan oleh Negara Amerika ?
Huff...
sebenernya banyak pertanyaan yang kritis mengenai demokrasi itu sendiri,
terlebih apa yang terjadi pada negara Indonesia sekarang ini.
Dan yang parahnya, ketika beberapa ratus personel dari pihak kepolisian menyerbu kampus UNAS di Jakarta, dengan cara yang BIADAB !!!
sekali lagi BIADAB !!!
dengan memasuki area kampus, serta membubarkan aksi demo mahasiswa UNAS dengan membawa senjata api lengkap serta peralatan atau perlengkapan yang semestinya tidak perlu dibawa atau dipakai dalam menghadapi aksi demo mahasiswa. Terlebih ketika aksi tersebut telah membubarkan diri namun tetap saja mendapatkan penganiayaan yang tidak manusiawi.

Mungkin saya terlalu lelah dan cenderung akan lebih emosi ketika menerangkan bagaimana penanganan pihak kepolisian dalam menghadapi aksi demo tersebut.

Saya hanya akan sedikit mengungkapkan beberapa kebingungan saya mengenai konsep negara demokrasi yang dipakai oleh negara Indonesia sekarang ini. Ketika hendak menegakkan serta memastikan penggunaan konsep negara demokrasi, setidaknya pemerintah lebih memaknai serta melaksanakan secara komprehensif mengenai supremasi hukum dan juga HAM (Hak Asasi Manusia).

Pada pikiran saya, ketika baik mau menuju demokrasi ala Amerika sekalipun, pasti setidaknya benar-benar menegakan supremasi hukum, kasarannya orang menjelek-jelekkan nama orang lain pun dapat dikenakan sangsi hukum, apalagi sampai melakukan tindak kekerasan secara fisik.

Dan saya masih ingat sekali ketika banyak tokoh sampai presiden SBY sekalipun mengatakan bahwa negara Indonesia merupakan negara yang bermartabat, wew !...
namun, kenyataan yang terjadi apa ?
apakah penganan aksi demo mahasiswa UNAS yang dilakukan oleh kepolisian merupakan cara yang bermartabat ?
Kacau dahhh ..! >,<

semoga harapan akan demokrasi (yang bermartabat) tidak pupus dibawah tekanan moncong senjata.

Tidak ada komentar: