Minggu, 27 Maret 2011

Story Death Note

Death Note Prologue


Cerita Death Note Berawal dari sebuah buku yang dijatuhkan oleh seorang shinigami [Dewa kematian]. Light Yagami, seorang siswa SMA yang jenius, selalu mendapatkan nilai yang perfect dalam bidang akademik maupun olahraga. Secara kebetulan ketika dia hendak membeli minuman dia menemukan buku itu.
Dalam buku itu tertulis:
  • The human whose name is written in this note shall die
  • This note will not take effect unless the writer has the subject’s face in their mind when writing his/her name. Therefore, people sharing the same name will not be affected,  if the cause of death is written within 40 seconds of writing the subject’s name, it will happen
  • If the cause of death is not specified, the subject will simply die of a heart attack
  • After writing the cause of death, the details of the death should be written in the next 6 minutes and 40 seconds.
Mulanya Light tidak percaya dengan kekuatan death note itu, namun pada akhirnya dia percaya setelah mencobanya dengan menuliskan sebuah nama dan ternyata beberapa saat kemudia orang tersebut meninggal. Ditambah lagi dengan kemunculan Shinigami ryuk yang menampakan dirinya di hadapan Light. Light yang memang sudah muak dengan realita kehidupan yang dilihatnya langsung terpikir untuk menciptakan dunia ideal dimana tidak ada satupun orang jahat yang hidup di sana. Dengan cita-citanya itu light secara terkonsep membunuh para pelaku kriminal yang datanya dia lihat dari berita televisi, koran, internet bahkan dari kejadian yang dia lihat sendiri dan dari database kepolisian pusat (karena kebetulan ayahnya adalah seorang kepala kepolisian Jepang). Dengan melakukan hal itu Light Yagami untuk menciptakan dunia yang bersih dari kejahatan (utopia) terkadang dia merasa bahwa dirinya bagaikan dewa.
L lawliet, seorang detective handal di Jepang merasa perlu menyelidiki fenomena kematian yang aneh yang terjadi di sekitar Jepang.  Pada basicnya L memanglah sosok yang cerdas dan serba ingin tahu sehingga dengan tidak sulit ia dapat membaca pola mengenai cara kematian dan orang-orang yang mati pada fenomena kematian tersebut. Merasa bahwa semakin hari tingkat kematian tersebut semakin merisaukan dan perlu ditangani akhirnya dibuatlah tim investigasi khusus oleh FBI yang diketuai oleh ayah Light Yagami (Kepala Kepolisian Jepang) dan dimotori oleh L.
Merasa Terancam dan takut terbongkar Light Yagami membunuh para FBI yang menyelidikinya. Ambisi L berubah seiring dengan berjalannya waktu dan semakin bertambahnya orang-orang yang mencekamnya (disamping itu tak kalah banyak juga orang-orang yang mendukung Light yang dikenal secara abstrak oleh dunia sebagai sosok dewa pembela kebenaran, pembasmi kejahatan. Bahkan mereka membuat komunitas tersendiri guna mendukung L, merka menyebut L Yagami sebagai kira -asal katanya dari killer yang artinya pembunuh-).
Akhirnya terjadilah pertempuran otak antara kira dan L. Pertempuran yang luar biasa. Kelebihan light yang memiliki death note yang bisa dengan mudah membunuh orang hanya dengan mengetahui nama aslinya dan membayangkan wajahnya tanpa harus menyentuh target pembunuhan vs L yang mampu membuat kondisi sedemikina rupa sehingga sulit bagi L untuk membunuhnya. L yang telah menyiapkan beberapa strategi untuk mengetahui identitas sebenarnya dari seorang kira vs Kira yang punya banyak cara untuk tetap tampak tidak terlihat di permukaan dunia dengan bantuan death  note super power itu dan seorang shinigami bernama Ryuk. Permainan strategi Light vs permainan strategi L.
Ditengah-tengah suasana yang semakin dibuat rumit oleh Light Yagami, munculah kira kedua seorang artis wanita Jepang yang cantik dan manja, namnya Misa Amane. Terjerat cinta oleh Light Yagami yang memang disukai oleh banyak gadis Jepang karena ketampanan dan prestasinya.
Sampai situ semakin menegangkan saja alur ceritanya, apalagi mengingat bahwa ayah Light sendiri yang secara langsung ikut menyeledikinya kira dan mengingat bahwa Light Yagami dapat dengan mudah menyusup ke database tim khusus penyelidik untuk mengathui progress penyelidikan.
Death note hanya berupa komik yang bikinnya tuh Tsugumi Ohba dibantu diilustrasikan oleh Takeshi Obata. Amazing sekali! Perkembangan peredaran death note itu awalnya komik terus lanjut ke movie, tapi beda banget movie sama komiknya.
Oh iya ada satu tokoh amazing lagi yang lupa saya sebutkan di cerita tadi.Namanya Near dan Mello, mereka adalah anak asuhan L Lawliet, saya lebih suka menyebutnya begini Mello+Near=L generasi ke-2 Sebenernya Near dan Mello adalah sosok yang kontradiktif, Mello adalah orang yang menghalalkan segala cara untuk mendapatkan Deathnote (Sekalipun jika harus mencelakakan orang lain termasuk Near) namun Near lebih berkepala dingin dia lebih tampak seperti L Lawliet, tenang dan melangkah dengan jalan yang seharusnya. Tapi pada akhirnya mereka yang bersebrangan itulah yang pada akhirnya mengungkap fakta mengenai death note dan Kira (dengan meneruskan perjuangan L yang progressnya sebenarnya sudah hampir mendekati tahap pembuktian). Sebenernya sebelum L akhirnya terbunuh oleh si Light dia telah menarik kesimpulan bahwa 99,9 persen Kira itu adalah Light, namun karena memang ada darah penyelidik dalam diri L dan dia adalah orang yang menjunjung tinggi kode etik detective yang tidak akan men-judge orang lain sebelum persentase kemungkinan penuduhannya mencapai 100 persen maka ia terus mencari 0,1 persen yang belum lengkap itu, namun sebelum angka tersebut diggenggam Kira telah berhasil melumpuhkannya. Tapi untung ada Near dan Mello. Meski keberadaan death note di dunia komik telah lumayan lama, tapi never be bored to talk about that again and again.

Tidak ada komentar: