Sabtu, 28 April 2012

INDUSTRIALISASI DI INDONESIA

BAB I
PENDAHULUAN




1.1 Latar Belakang


Industrialisasi merupakan salah satu tahap perkembangan ekonomi yang dianggap penting untuk dapat mempercepat kemajuan ekonomi suatu bangsa. Industrialisasi merupakan proses perubahan struktur ekonomi dari struktur ekonomi pertanian atau agraris ke struktur ekonomi industri. Tidak dapat dipungkiri bahwa industrialisasi memberikan dampak yang positif bagi perekonomian di Indonesia, dengan kata lain sektor industri manufaktur muncul menjadi penyumbang nilai tambah yang dominan dan telah tumbuh pesat mengimbangi laju pertumbuhan sektor pertanian.


Thee (1993) mengemukakan bahwa pengembangan industri kecil adalah cara yang dinilai pengembangan industri berskala kecil akan membantu mengatasi masalah pengangguran mengingat teknologi yang digunakan adalah teknologi padat karya, sehingga bisa memperbesar lapangan kerja dan kesempatan usaha, yang pada giliranya mendorong pembangunan daerah dan kawasan pedesaan. Pentingnya industri, khususnya di negara-negara sedang berkembang sering dikaitkan dengan masalah-masalah ekonomi dan sosial di negara tersebut seperti tingkat kemiskinan yang tinggi, jumlah pengangguran yang besar terutama dari golongan masyarakat berpendidikan rendah, ketimpangan distribusi pendapatan, dan proses pembangunan yang tidak merata antara kota dan desa. Untuk itu, keberadaan atau pertumbuhan industri kecil diharapkan dapat memberi suatu kontribusi positif yang signifikan terhadap upaya-upaya penanggulangan masalah-masalah tersebut. Besar perananya dalam pengembangan industri manufaktur.


1.2 Perumusan masalah


a. Apakah penyerapan tenaga kerja industri usaha kecil menengah (UKM) berpengaruh terhadap pertumbuhan sektor industri di Indonesia ?


b. Apakah total produksi industri usaha kecil menengah (UKM) berpengaruh terhadap pertumbuhan sektor industri di Indonesia ?


c. Apakah jumlah usaha industri usaha kecil menengah (UKM) berpengaruh terhadap pertumbuhan sektor industri di Indonesia ?


1.3 Tujuan Penelitian


Adapun tujan dari penulisan skripsi ini adalah :


a. Untuk mengetahui pengaruh penyerapan tenaga kerja industri UKM terhadap pertumbuhan sektor industri di Indonesia.


b. Untuk mengetahui pengaruh total output industri UKM terhadap pertumbuhan sektor industri di Indonesia.


c. Untuk mengetahui pengaruh jumlah usaha industri UKM terhadap pertumbuhan sektor industri Indonesia.


BAB II


PEMBAHASAN




2.1 Industrialisasi


2.1.1 Defenisi Industri dan Industrialisasi
Industri mempunyai dua pengertian yaitu pengertian secara luas dan pengertian secara sempit. Dalam pengertian secara luas , industri mencakup semua usaha dan kegiatan dibidang ekonomi yang bersifat produktif. Sedangkan pengertian secara sempit, industri atau industri pengolahan adalah suatu kegiatan yang mengubah suatu barang dasar secara mekanis, kimia, atau dengan tangan sehingga menjadi barang setengah jadi atau barang jadi


Toto Hadikusumo (1990) pengertian industri adalah:


“Suatu unit atau kesatuan produk yang terletak pada suatu tempat tertentu yang meletakan kegiatan untuk mengubah barang-barang secara mekanis atau kimia, sehingga menjadi barang (produk yang sifatnya lebih dekat pada konsumen terakhir), termasuk disini memasang bahagian dari suatu barang (assembling).


2.1.2 Strategi Industrialisasi


a. Strategi Subtitusi Impor (SI)
Dalam melaksanakan industrialisasi, ada dua pilihan strategi, yaitu strategi subsitusi impor (SI) atau strategi promosi ekspor (PE). Strategi SI lebih menekankan pada pengembangan industri yang berorientasi kepada pasar domestik. SI adalah industri domestik yang membuat barang-barang menggantikan impor, sedangkan strategi PE lebih berorientasi ke pasar internasional dalam usaha pengembangan industri di dalam negri.


2.1.3 Peranan Industri Terhadap Perekonomian


Filosofi mendasar dari pembangunan suatu negara adalah menciptakan kemakmuran bagi rakyatnya. Di era globalisasi perdagangan dewasa ini, tidak bisa kemakmuran suatu bangsa hanya dapat terwujud melalui pembangunan industri, baik industri jasa maupun industri barang (manufaktur).
Bagi Indonesia, sekitar 250 juta penduduk, pembangunan sektor manufaktur merupakan satu-satunya pilihan. Sebab, sektor inilah yang mampu memberikan lapangan kerja besar dengan pengupahan yang lebih sistematis dibandingkan sektor industri produk primer (pertanian) maupun industri jasa.




2.1.4 Permasalahan Sektor Industri
Dalam rangka meningkatkan pertumbuhan industri di Indonesia kebijakan dan strategi pemgembangan sektor industri yang akan diterapkan hendaknya mampu menghadapi berbagai tantangan dan hambatan yang dihadapi dalam dunia usaha khususnya sektor industri.


2.2 Pertumbuhan Ekonomi


2.2.1 Defenisi Pertumbuhan Ekonomi
Pertumbuhan ekonomi merupakan suatu gambaran mengenai dampak kebijaksanaan pemerintah yang dilaksanakan khususnya dibidang ekonomi. Pertumbuhan ekonomi sebagai suatu ukuran kuantitatif yang menggambarkan perkembangan suatu perekonomian dalam suatu tahun tertentu apabila dibandingkan dengan tahun sebelumnya.


2.2.2 Pertumbuhan Ekonomi Regional
Pada dasarnya pembangunan daerah adalah berkenaan dengan tingkat dan perubahan selama kurun waktu tertentu suatu variabel-variabel seperti produksi, penduduk, angkatan kerja, rasio modal dan imbalan bagi faktor dalam daerah dibatasi secara jelas.


2.2.3 Teori Pertumbuhan Ekonomi


Pertumbuhan Ekonomi Menurut W.W. Rostow
W.W Rostow yang terkenal sebagai ahli sejarah ekonomi dari Amerika Serikat menyatakan bahwa perubahan dari keterbelakangan kepada kemajuan dijelaskan dalam satu seri tahapan yang harus dilalui oleh setiap negara, seperti diungkapkan Rostow dalam bukunya “The Stages of Economic Growth”.




BAB III


PENUTUP




Saat ini adalah masa-masa sulit bagi bangsa kita untuk melepaskan dari keterpurukan ekonomi. Globalisasi semakin membuka kebebasan negara asing dalam memperluas jangkauan ekonominya di Indonesia, sehingga bila bangsa kita tidak tanggap dan merespon positif, maka justru akan memperparah situasi ekonomi dan industri dalam negeri.
Sejauh ini pengembangan sektor industri makin marak, itu sebenarnya tuntutan globalisasi itu sendiri. Di Indonesia, kota-kota industri mulai berkembang dan menghasilkan barang-barang produksi yang bermutu. Namun, ada banyak industri pula di Indonesia yang sebagian sahamnya adalah ahasil investasi asing, bahkan ada juga perusahaan dan industri yang secara mutlak berdiri dan beroperasi di Indonesia. Mereka (investor), hanya akan menuai keuntungan dari modal yang ditanamkan. Sehingga, disini dijelaskan bahwa yang menjalankan dan pengelolaan industri itu ditangani pihak pribumi, mengapa bisa demikian? Karena bila melihat dari sudut pandang terhadap keuangan negara atau swasta dalam negeri lemah, yaitu dalam arti kekurangan biaya pengembangan untuk industri (defisit).
Sebagai contoh saja, industri otomotif sepertai Astra, Indomobil, New Armada. Pada dasarnya perusahaan-perusahaan itu hanya merakit dan kemudian menjualnya ke masyarakat. Berarti hal itu dapat dikatakan bukan hasil karya anak negeri, melainkan modal asing yang ada di Indonesia.
Untuk itulah, seharusnya bangsa ini lebih dalam untuk meningkatkan sumber daya manusianya. Dengan demikian dapat disimpulkan ilmu pengetahuan dan teknologi ialah sarana dalam mengembangkan SDM termasuk menumbuhkembangkan industrialisasi dan menjalankan perekonomian bangsa dengan baik.






BAB VI
DAFTAR PUSTAKA


• www.google.com
• www.wikipedia.org
• doc.google.com
• digilid.petra.ac.id

Tidak ada komentar: