SSJ 100 hingga kini baru dioperasikan oleh dua maskapai yakni Aeroflot dari Rusia dan Armavia milik Armenia

Pesawat Sukhoi Superjet 100 yang hilang di sekitar wilayah Bogor, Jawa Barat, Rabu siang adalah pesawat penumpang baru yang dibuat oleh Rusia untuk kembali menghidupkan industri penerbangan nasionalnya.

Jika pesawat yang hilang itu terbukti mengalami kecelakaan, itu akan menjadi pukulan besar bagi Sukhoi, produsen Superjet, karena perusahaan itu baru mulai memproduksi pesawat komersial tahun lalu.

SSJ 100 hingga kini baru dioperasikan oleh dua maskapai yakni Aeroflot dari Rusia dan Armavia milik Armenia. Pesawat itu pertama kali digunakan oleh Armavia pada April 2011, lalu diikuti oleh Aeroloft di tahun yang sama.

Pesawat itu pernah bermasalah ketika dioperasikan oleh Aeroflot, maskapai penerbangan Rusia yang memang ditekan oleh pemerintahnya untuk lebih banyak menggunakan pesawat buatan Rusia.

Bulan Maret lalu misalnya, sebuah pesawat SSJ 100 harus memangkas jadwal penerbangannya setelah bermasalah dengan roda. Pesawat perdana yang digunakan oleh Aeroflot juga dilarang terbang selama beberapa pekan karena bermasalah dengan pendingin udara (AC).

Superjet sendiri merupakan sebuah proyek kerjasama antara Sukhoi dan perusahaan penerbangan Italia, Alenia Aeronautica. SSJ 100, yang dirancang untuk membawa 98 orang penumpang dan tergolong dalam pesawat dengan jarang tempuh menengah, merupakan pesawat yang dikembangkan untuk bersaing dengan Embraer dari Brazil dan Bombardier dari Kanada.

Demonstrasi penerbangan di Tanah Air merupakan bagian dari tur "Welcome Asia" yang dimulai 3 Mei silam dan dimulai dari Astana, Kazakhstan. Sebelum tiba di Halim Perdana Kusuma, Jakarta, pesawat itu juga sempat singgah di Pakistan dan Myanmar.

Selain itu kedatangan SSJ 100 ke Jakarta juga berkaitan dengan pemesanan 12 unit pesawat oleh PT Sky Aviation, sebuah maskapai penerbangan Indonesia dan pengiriman pesawat itu rencananya mulai dilakukan pada 2012.

Sukhoi adalah produsen pesawat utama Rusia yang didirikan pada tahun 1930an di masa Uni Soviet. Perusahaan yang terkenal dengan jet tempurnya mempekerjakan 26.000 orang dan bermarkas di Komsomolsk, Amur.