Pesawat Sukhoi Superjet 100 saat berada di Bandara Halim Perdanakusuma. FOTO: Sergey Dolya
Pesawat Sukhoi Superjet 100 saat berada di Bandara Halim Perdanakusuma. FOTO: Sergey Dolya
Perusahaan yang sudah memesan Sukhoi SSJ 100 diantaranya Kartika Airlines 30 unit dan PT Sky Aviation 12 unit.

Kementerian Perhubungan menyatakan Sukhoi Superjet (SSJ) 100 yang jatuh di Bogor belum memperoleh sertifikasi dari Kementerian Perhubungan kendati sudah memperoleh  sertifikat tipe (type Certification) dari Otoritas Sertifikasi Rusia (Russian Certification Authority) yang juga diakui Indonesia. 

Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susantono menuturkan, pembelian pesawat buatan Rusia oleh sejumlah maskapai Tanah Air itu bersifat bisnis antara maskapai pembeli dengan Sukhoi. Dalam pembelian tersebut, menurut dia, terdapat sejumlah tahapan, di mana Kemenhub akan memperoleh informasi jika pembelian pesawat tersebut sudah dalam tahapan akhir. 

"Itu masih business to business antara beberapa airlines yang mau membeli dan penyedianya, tetapi  pada waktunya kita akan sertifikasi. Itu tugas Kemenhub agar semua jenis alat udara yang beroperasi di dirgantara ini layak," kata Bambang saat di temui di kantor Bappenas, Jakarta hari ini.

Dalam memberikan sertifikasi pesawat, menurut Bambang, terdapat tahapan yang harus ditempuh maskapai. Kementerian Perhubungan selaku regulator, dalam memberikan sertifikasi  akan melihat kelengkapan pesawat, diantaranya pemenuhan standar internasional pesawat dan standar penerbangan nasional.

Perusahaan penerbangan Indonesia yang sudah memesan Sukhoi SSJ 100 diantaranya Kartika Airlines 30 unit dan PT Sky Aviation 12 unit