Minggu, 04 November 2012

Contoh Kasus Perlindungan Konsumen dari sudut pandang Etika Bisnis dan Undang-undang Perlindungan Konsumen

Contoh 1 :
Layanan Online yang kini banyak digunakan untuk berdagang bagi pembeli atau penjual yang ingin menjual barang/jasanya lewat situs internet yang dapat bermanfaat bagi kalangan yang memang jujur untuk menekuni bisnis atau pun sekedar ingin menjual barangnya karena tidak lagi digunakan dan sebagainya yang dahulu memang sangat dirasakan cukup memudahkan pembeli/penjual untuk dapat bertransaksi lewat layanan jual-beli yang digunakan.
Akan tetapi akhir-akhir ini banyak sekali opnum-opnum yang tidak punya hati nurani bertindak curang dan tidak jujur dalam berdagang. Kasus yang akhir-akhir ini dirasakan pengguna layanan online yang tertipu dengan adanya opnum nakal dibalik layanan online ini dengan cara membohongi pihak konsumen sehingga uang yang telah dikirim untuk membeli barang yang diinginkan nyatanya tidak kunjung datang.
Banyak motif pelaku opnum nakal ini diantaranya dengan menghipnotis, membawa nama Allah/Tuhan untuk mengelabui konsumen untuk segera membeli barang yang dijual oleh pelaku, dan sebagainya.
Ulah nakal opnum pemalas kerja tersebut tentunya tidak bisa dikompromi dengan jalur hukumlah yang dapat menegakkan keadilan di negara ini. Akan tetapi masalah yang sangat mendasar adalah tidak adanya kesigapan dari pihak terkait yakni polisi yang tak kunjung dapat mengatasi permasalahan seperti ini.
Sungguh ironis, sudah pantaskah Pancasila terutama pada sila ke-5 dikumandangkan yakni "Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia" sementara sampai saat ini, kasus yang seperti inipun masih merajalela.

Pemerintah telah mengesahkan Undang-undang Republik Indonesia No. 8 Tahun 1999 tentang perlindungan konsumen. Pemberlakuan undang-undang ini diharapkan dapat menjadi landasan bagi konsumen dan lembaga perlindungan konsumen untuk memberdayakan dan melindungi kepentingan konsumen, serta membuat pelaku usaha lebih bertanggung jawab.

Solusi bagi Konsumen :
Datangi tempat penjualan, lihat apakah sesuai dengan keterangan yang telah dilampirkan, setelah itu minta asuransi barang yang ingin dibeli.
Solusi bagi Produsen :
Kata kunci dalam berdagang adalah kejujuran, yakni bisa saling menguntungkan, tanpa ada yang dirugikan dan tentunya menjual barang/jasa dengan kualitas yang sesuai pula dengan harga yang dicantumkan.


Contoh 2 :
Ramai diberitakan akhir-akhir ini, seorang wanita cantik dengan menyetir hanya menggunakan bikini bernama Novi Amilia menabrak 10 orang pengguna jalan. Saat ini kasus tabrakan akibat konsumsi obat terlarang terjadi, syukurnya tidak menimbulkan korban tewas tetapi terdapat beberapa orang yang luka. Sekitar 7 orang tertabrak sebuah kendaraan di daerah TL Ketapang, Taman Sari, Jakarta Barat. Berikut ini sedikit informasi mengenai Profil dan Biodata Novi Amilia Penabrak Berbikini.


Novi menabrak 7 orang termasuk polisi ketika mengemudi. Setelah diselidiki Novi Amelia ternyata hanya menggunakan BH / Bikini saja. Menurut Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombis Pol Rikwanto "Dirinya mengaku alami halusinasi seolah-olah disuruh melepaskan pakaian. Kemudian membuang dompet, HP dan yang tertinggal hanya bikininya dan terus melaju dan kemudian merasa pusing, oleng dan tabrak petugas,"


Rikwanto juga menjelaskan adapun kronologi tabrakan wanita berbikini / pakaian dalam pada Kamis kemarin, Novi mengendarai Honda Jazz di sekitar Jalan Gajah Mada sampai dengan Limo. Kemudian di TL Ketapang, Taman Sari, mobil yang dikendarai perempuan cantik itu menyerempet petugas kepolisian.

Menurut saya, solusi yang dapat dilakukan bagi konsumen adalah agar setiap pengguna jalan baik kendaraan roda satu ataupun dua juga alat transportasi lainnya dapat mematuhi prosedur dalam berkendara, baik dalam kondisi kendaraan, kelengkapan ijin mengendarai juga kesehatan jasmani pengemudi.
Sedangkan bagi produsen dalam konteks kasus diatas adalah kendaraan mobil, yang belum dilengkapi alat pendeteksi jaga jarak kendaraan roda dua agar dapat meminimalisasi kecelakaan yang akan terjadi.

Tidak ada komentar: